Skip to main content

Hitachi

Inovasi Sosial

AI

Hadapi era ketidakpastian
bisnis bersama-sama bersama
Hitachi Al Technology/H.

View more

Bisnis modern tidak dapat diduga.

“Kami hanya mengetahui dua hal tentang masa depan: Masa depan tidak dapat diketahui, dan itu akan menjadi sesuatu yang berbeda dari apa yang ada saat ini dan dari apa yang kita harapkan.”

── Peter Drucker *1

Lalu, apa cara terbaik untuk menangani ketidakpastian ini? Ini adalah salah satu dari sekian tantangan yang dihadapi bisnis dewasa ini, dan berbagai kesulitan akan terus bertambah.

Dulu, bisnis akan mengklasifikasikan situasi ke dalam beberapa kategori dan menangani situasi tidak terduga dengan mempertimbangkan kemungkinan terlebih dahulu untuk tiap kategorinya. Akan tetapi, fluktuasi permintaan dan harga serta diversifikasi preferensi individu hanya terjadi pada kecepatan yang semakin cepat. Seiring dengan aktivitas bisnis yang melintasi batas-batas, bisnis juga menghadapi berbagai perbedaan budaya dan adat istiadat nasional dan regional. Berupaya untuk secara akurat mengklasifikasikan semua hal tersebut pada akhirnya akan menghasilkan kategori dengan jumlah besar. Dan karena secara teoretis membayangkan segala macam situasi di awal itu mustahil , bisnis perlu terus-menerus memperbarui klasifikasi dan pendekatannya, yang mana hal itu membutuhkan banyak tenaga dan biaya.

*1:
P. F. Drucker, "Managing for Results," Harper & Row, New York (1964).

Saat itulah Al datang. Tetapi Al yang sekarang ada batasnya.

Cara mengubah keadaan masalah ini adalah melalui AI (artificial inteligence/ kecerdasan buatan). Telah ada beberapa jenis AI yang saat ini digunakan, tetapi masing-masingnya terbatas pada penerapan tertentu - hanya “AI dengan tujuan khusus”.

Contohnya, terdapat AI yang menghasilkan rekomendasi dari pelanggan untuk pengecer. Ada sistem pengenal wajah yang menemukan wajah dari data foto. Ada pula sistem yang menjawab kuis. Teknologi yang mengenali wajah orang berdasarkan gambar online. AI jenis ini pastinya dirancang oleh manusia berdasarkan hipotesis data yang akan dimasuki oleh orang-orang, diimplementasikan sebagai program, dan dianalisis serta dikembangkan untuk setiap masalah di mana AI tersebut dapat diterapkan. Dan salah satu kelemahan dari mendasarkan pada hipotesis yang direka oleh manusia adalah bahwa biasanya hal itu tidak membuahkan hasil yang melampaui ide manusia.

H, yang dimaksudkan untuk menjadi kecerdasan buatan yang sesungguhnya.

Salah satu teknologi yang telah mencapai tingkat kepandaian dalam berbagai hal yang lebih besar adalah Hitachi AI Technology/H (selanjutnya disebut “H”), yang dirilis oleh Hitachi pada 2015. H menandai dikomersialisasikannya “AI dengan tujuan umum” *2 untuk pertama kali. Hal ini kemudian secara otomatis menimbulkan banyak hipotesis -- lebih dari satu juta -- yang selanjutnya memperoleh faktor-faktor yang diperlukan dan memilih opsi terbaik yang diberikan oleh manusia. Perbedaan utama antara AI dengan tujuan khusus dan pendekatan dengan tujuan umum H adalah bahwa H hadir dengan hipotesis untuk pembuatan keputusan sendiri berdasarkan data.

Berikut salah satu percobaan. Sebuah robot yang disebut H ditempatkan pada sebuah ayunan yang terbuat dari balok mainan. Dengan tujuan “memaksimalkan sudut defleksi ayunan,” H diberikan sebuah kondisi “menekuk dan meluruskan lutut.” H memformulasikan hipotesis mengenai kapan dan seberapa banyak ia harus menekuk lutut berdasarkan informasi yang diperoleh lewat pergerakannya sendiri. H melakukan hal ini dan mulai mencari nilai optimum (AI dengan tujuan khusus memerlukan manusia untuk menyusun dan memberikan informasi ini). Robot dengan H mulai menggerakkan ayunan dalam waktu kurang dari satu menit, dan dalam lima menit H telah memiliki gerakan ayunan di luar bahkan konsepsi manusia.

AI dengan tujuan umum dapat belajar dari jumlah data yang luas dan membuat penilaian sendiri, meniadakan kebutuhan akan orang untuk mengatur hipotesis sebelumnya dan menemukan solusi yang belum dibayangkan manusia. Oleh karenanya, H dapat dianggap sebagai “kecerdasan buatan” dalam arti yang sebenarnya.

*2:
Penelitian Hitachi, mulai 2015

Perjalanan menuju ketidakpastian telah dimulai.

H sedang diterapkan untuk sistem yang ada di berbagai bidang dan isu, tanpa perlu kustomisasi. Saat digunakan sebagai pengaya (add-on), H dapat belajar untuk mengubah sistem yang sudah ada menjadi sistem yang berkembang. Berikut adalah cara lain mengapa H dapat disebut “AI dengan tujuan umum.”

Contohnya, salah satu gudang distribusi menggunakan H sebagai add-on untuk WMS-nya (Warehouse Management System), dan hasilnya gudang tersebut memperoleh 8% peningkatan produktivitas. Peningkatan lain yang telah dikonfirmasi termasuk penjualan yang lebih baik sebesar 15% di toko dan 27% peningkatan laju pemesanan di call center. Ini juga diterapkan di bidang keuangan, kereta api, pabrik, unit air, dan area lainnya -- sudah 57 proyek di 14 area.

Selanjutnya, giliran Anda. H adalah mitra Anda untuk menangani ketidakpastian bisnis modern.

Telah diterapkan di 57 proyek di 14 area

  • Gudang
    08%
    IPeningkatan produktivitas sebesar
  • Ritel
    15%
    Peningkatan penjualan sebesar
  • Call center
    27%
    Laju pemesanan sebesar

Atas halaman